Ia

DAEI ALJANNI
By -
0
Dat: 7/6/24

Sulit ku tulis, Banyak kali ku hapus, Lama ku merenung, sukar. Complicated.
satu baris pembuka untuk menggambarkan kondisiku selama 15 menit terdiam dengan tatapan kosong di depan layar monitor.

mulai.
rasanya sedikit terlambat, untuk mengukir tulis ini,
cerita yang harusnya terartefakkan sejak kali pertama terbangun.

pelik, rumit, penuh putus asa,
terjal dan kerap terjungkal,
adalah gambaran awal pengejaran.

entah, rasanya nyata ada,
pernah senyap, hilang, namun tak mati.

ia kokoh,
tinggi besar dan tak mudah terbuka,
pernah ku putus asa, pergi,
mengira rasanya pula demikian.

nyatanya salah,
responnya untuk perjalanan kala itu,
mampu menggugah kembali,
benar, nampaknya hanya tidur,
bukan benar-benar mati,
andai mati pun, mengapa perlu perjalanan itu ada?
tapi nyatanya tak demikian.

penuh tanya, memang,
ku anggap ia mati, 
karena tak lagi mengejar,
namun salah, memang,
ia tertidur, letih berjuang, istirahat,
dan saat waktunya tiba, ia terbangun,
kembali memperjuangkan rasa.

responnya berlanjut,
pada ranah tiga warna,
 meyakinkanku pada rasa yang sama,
kembali meyakin dan menata,

kini, telah meyakin dan mejuang,
dan, menetapkan satu asa

To Be Contiued  ...



Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)